ANALISIS EKSPRESIVITAS KOMUNIKASI ORGANISASI DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Syuhada, Muhammad Husein and Kawuryan, Megandaru W. (2026) ANALISIS EKSPRESIVITAS KOMUNIKASI ORGANISASI DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. Diploma thesis, institut pemerintahan dalam negeri.

Full text not available from this repository.

Abstract

Permasalahan: Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur memiliki rekam jejak administratif yang kuat, dua belas kali berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian, Indeks SPBE 4,16, dan predikat "Informatif" nasional selama lima tahun. Namun, kepercayaan publik di ruang digital terus menunjukkan ketegangan yang persisten. Paradoks antara kinerja faktual yang tinggi dan persepsi publik yang negatif ini belum dikaji secara mendalam melalui kerangka ekspresivitas komunikasi organisasi, khususnya dalam konteks pemerintah daerah di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis ekspresivitas komunikasi organisasi Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma postpositivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sembilan informan yang dipilih secara purposive, observasi digital terhadap kanal-kanal komunikasi resmi pemerintah, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik berbantuan NVivo 12 Pro dengan triangulasi teknik dan sumber, menggunakan kerangka Reputational IMPACT Model dari Fombrun dan Van Riel (2007). Hasil/Temuan: Penelitian menemukan bahwa pada dimensi Visibility, pesan organisasi tersebar luas namun tidak menjamin pemahaman publik karena infrastruktur digital yang tidak terpelihara. Pada dimensi Distinctiveness, ciri khas komunikasi bergantung pada selera personal pengelola, bukan standar editorial yang terlembagakan. Pada dimensi Authenticity, terdapat kesenjangan antara klaim keterbukaan dan kondisi nyata di lapangan. Pada dimensi Transparency, data dan dokumen publik tersedia secara formal namun sulit diakses dan dipahami. Pada dimensi Consistency, terjadi inkonsistensi narasi antar-pejabat dan antar-kanal komunikasi. Pada dimensi Responsiveness, kapasitas merespons hanya teraktivasi oleh tekanan reputasional dari media nasional. Secara keseluruhan, keenam dimensi mengarah pada satu diagnosis: Diskominfo Kaltim beroperasi dalam mode leader-centric expressiveness. Komunikasi krisis bersifat defensif-reaktif, terbukti dari 45 hari tanpa respons resmi dalam kasus kendaraan dinas senilai 8,5 miliar rupiah. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa persoalan ekspresivitas komunikasi Diskominfo Kaltim bukan terletak pada kekurangan niat atau sumber daya, melainkan pada absennya mekanisme kelembagaan yang memastikan modal komunikasi sampai kepada publik sebagai kepercayaan. Disarankan agar dilakukan audit infrastruktur digital berkala, penyusunan brand guideline yang terlembagakan, serta pelembagaan protokol komunikasi yang selama ini hanya bertumpu pada komitmen personal pimpinan. Kata kunci: ekspresivitas komunikasi; IMPACT Model; komunikasi pemerintahan; kepercayaan publik; leader-centric expressiveness

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: J Political Science > JQ Political institutions Asia
Divisions: Campus > IPDN Kampus Jatinangor
Depositing User: Fakaultas Manajemen Pemerintahan
Date Deposited: 26 Jun 2026 12:19
Last Modified: 26 Jun 2026 12:19
URI: https://eprints-tes.ipdn.ac.id/id/eprint/26552

Actions (login required)

View Item View Item